Selasa, 22 Oktober 2013

Membaca adalah Jendela Dunia

Memasuki era globalisasi, arus informasi semakin tidak terbendung seiring dengan makin mudahnya transportasi baik darat, laut dan udara menyebabkan bertambah mudahnya aktifitas manusia dalam bertukar informasi. Adanya internet juga semakin mempermudah manusia untuk mendapatkan informasi. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi yaitu dengan membaca. Hal ini pula yang dilakukan oleh Kak Rini ketika mengisi kelas 3 dan 4. Semua adik-adik dibagikan koran secara merata kemudian dipersilahkan untuk membaca dengan tema bebas. Barulah setelah itu satu per satu  menceritakan isi kesimpulan dari apa yang sudah dibacanya tadi.
Membaca dapat membuka jalan pikiran kita menuju hal-hal baru, memancing dan mmberi inspirasi kita dalam berkarya. Hal-hal positif yang dihasilkan dengan membaca akan menggiring kita menjadi manusia yang menghargai ilmu-ilmu yang telah didapat dan dapat menjadikan kita manusia yang selalu berkeinginan untuk maju menuju hal positif.

Idul Adha Lebah Putih

Dalam momen idul adha ini, sol lebah putih menyembelih 5 ekor kambing. Kambing-kambing tersebut merupakan hasil kurban dari adik-adik lebah putih antara lain Davillo,cellin,Naila,Abie dan Syifa. Jam 07.00, kambing-kambing sudah berada di pelataran sekolah. Langsung deh dikerubuti oleh adik-adik yang ganteng dan cantik dengan balutan busana muslim. Terlihat pula beberapa ada yang memberi makan rumput sembari berkata "ayo mbeeekk,makan yang banyak sebelum disembelih". Kurang lebih pukul 08.00, lima kambing siap untuk disembeih oleh ahli jagal yang merupakan ayah dari kak Jo. Dengan iringan takbir, satu per satu kambing disembelih dengan disaksikan oleh adik-adik dan juga beberapa kakak fasilitator serta beberapa wali murid yang ikut berkorban. Ada bunda Syifa,bunda Naila dan juga ayah Abi dan Naya.

Selesai disembelih, kambing-kambing itu dikuliti lalu dipotong sesuai jumlah kebutuhan untuk segera dibagikan kepada masyarakat sekitar dan beberapa orang yang membutuhkan. Alhamdulillah dari 5 ekor kambing yang disembelih diperoleh 90 bungkus daging yang terbagi secara merata. Selagi kakak-kakkak menguliti dan memotong kambing,k ditempat yang berbeda adik-adik berada diruangan sarkrea (sarana kreasi anak) untuk membuat kerajinan tangan secara berkelompok. Semua adik-adik terlihat kompak untuk mempersembahkan kreasi terbaik mereka. Di jam 09.45 tetap ada sesi snack time seperti biasa. Namun kali ini ada yang berbeda karena adik-adik tidak membawa bekal masing-masing dari rumah, melainkan dibagikan sate sapi yang sudah dipesankan oleh kak Dewi selaku ketua panitia kegiatan idul adha. Selesai makan, jam 11.00 adik TK dan kelas 1 diperbolehkan untuk pulang sedangkan kelas 2 sampai 4 diminta untuuk membantu membagikan daging kuban kepada masyarakat sekitar lebah putih.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Wisata Kedelai Cumulus


Serunya bermain sambil belajar di wisata kedelai Argomas Salatiga. Pak Eko selaku pemilik usaha berbagai olahan kedelai ini menyambut kami dengan ramah."Selamat datang adik-adik", sapa pak Eko. Adik-adik berbaris rapi kemudian bersalaman satu per satu dengan beliau. Langsung kita disuguhi susu kedelai dan sari kacang hijau yang rasanya enaaakk sekali. Sambil kita menikmati minuman sehat itu, pak Eko memberikan beberapa penjelasan tentang kedelai. Kedelai merupakan gudang nutrisi dan kita bisa mendapatkan manfaat kesehatan dari sejumlah produk berbasis kedelai seperti susu kedelai, kedelai goreng, tahu, tempe dsb. Kedelai dianggap sebagai protein lengkap karena adanya asam amino esensial. Beberapa manfaat kesehatan yang didapat dari kedelai antara lain, sebagai anti oksidan, mengurangi resiko penyakit jantung, mencegah kanker, mencegah osteoporosis dan beberapa manfaat penting lainnya.

Dirumah pak Eko yang sekaligus menjadi tempat usahanya ini, ternyata tidak hanya menawarkan sari kedelai atau susu kedelai saja lho melainkan ada beberapa olahan produk seperti sari beras merah, sari kacang hijau dan juga ada kacang goreng dengan berbagai varian rasa yang kesemuanya tentu memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan olahan kedelai. Selesai adik-adik mencoba susu kedelai dan aneka kacang goreng, kita kemudian diajak masuk melalui pintu samping untuk melihat proses pembuatan susu kedelai yang berawal dari kacang kedelai yang sudah disortir lalu menjadi bubuk yang bisa kita nikmati.Pertama adik-adik belajar memilah kedelai yang masih utuh karena ada beberapa kedelai yang sudah berlubang atau tidak utuh lagi. Kemudian digoreng agar matang lalu dikeringakan dengan sebuah alat agar terpisah dari minyaknya. Barulah digiling lau ditimbang dan dikemas dengan berbagai ukuran. Adik-adik pun terlihat antusias ketika meihat proses demi proses pembuatan susu kedelai.

Minggu, 06 Oktober 2013

Market Day "alto cumulus"

Serunya suasana market day ala adik-adik alto cumulus. Hal ini sebagai wujud nyata pembelajaran tentang jual beli yang sudah diajarkan oleh kak Ana dan kak Wahyu. Selain adik-adik belajar tentang jumlah mata uang, mereka juga belajar bagaimana menawarkan  barang dagangannya agar laku. Wah kecil-kecil udah punya jiwa marketing nih. Ayo semangat nak...!!
Market day itu sendiri merupakan proses kegiatan jual beli dimana pembelinya adalah adik-adik dari kelas lain. Ada kelas cumulus, strato cumulus, stratus, alto stratus dan nimbo stratus. Kakak-kakak fasilitator tak kalah ketinggalan ikut nawar dan membeli dagangan adik-adik juga. Adik-adik bebas membawa jenis barang dagangan. Ada Abi yang membawa alat-alat tulis, Rafi, Daila, Savero, Aca, Aefa dan Nadia yang membawa aneka makanan (jus buah, donut, pizza mie, agar-agar), Galan dan Asil yang membawa berbagai mainan, dan Kia yang menjual bibit tanaman.
Jam setengah sepuluh, adik-adik sudah mulai buka lapak. Semua barang-barang yang akan dijual sudah tertata rapi dimeja. "Kak, ini umi yang masak lho. Persiapannya udah dari semalem." Kata Aefa. Jam 10.00 acara market day mulai dibuka. Semua langsung menyerbu ke masing-masing stand untuk membeli aneka jenis barang/makanan yang dijajakkan. Alhasil interaksi jual beli dan tawar menawarpun terjadi. "Yuukk laris manis", sapa  salah seorang kakak. Interaksi jual beli ini berlangsung sampai pukul 10.15. Setelah para pembeli kembali ke kelas,barulah para marketer cilik ini belajar menghitung laba dari barang yang dijual tadi dengan dibantu kakak-kakak pendamping tentunya.

Senin, 30 September 2013

Fildtrip ke KPTT "Alto Cumulus"

Jum'at 27 September merupakan jadwal adik-adik alto cumulus untuk fildtrip. Kali ini mereka akan berpetualang ke KPTT ( Kursus Pertanian Taman Tani) yang berlokasi di Karang Duwet Salatiga. Pukul 07.30, kami berangkat dari Lebah Putih dengan diantar oleh Pak Gik. Sesampainya disana, kita disambut oleh kak Indri yang merupakan salah satu petugas dari KPTT.
Kita berkumpul dilobi terlebih dahulu untuk membentuk  kelompok sebelum diajak berkeliling dikebun. Kelompok A dipandu oleh buder Linto dan kelompok B dipandu oleh  buder Iben. Buder Linto dan buder Iben ini sangat ramah kepada adik-adik. Selain ramah, orangnya juga baik dan murah senyum. Oke saatnya beraksi. Tak lupa adik-adik memakai caping agar terlindung dari teriknya matahari. Kelompok A dan kelompok b berkeliling secara terpisah. Grup A diajak kekebun atas. Disini kita melihat berbagai jenis sayuran yang tumbuh subur. Ada sawi, terong, kulbis, labu dan masih banyak lagi. Semakin berjalan ke ujung, tercium aroma kurang sedap yang cukup menyengat. Kira-kira apa ya?...wah ada tumpukan kotoran hewan. Ternyata ada peternakannya juga. Berbagai jenis hewan ternak ada disini. Ada sapi perah,kambing, ayam kalkun yang sanga agresif, ayam kampung, bebek, ikan lele dan juga kelinci.
Ada yang menarik ketika kita menyusuri area peternakan ini. Ternyata kotoran-kotoran hewan ternak ini dikumpulkan disatu tempat untuk dijadikan pupuk. Pantas saja tanaman disini tumbuh subur walaupun musim kemarau seperti sekarang ini. Selain itu tanaman disini juga tergolong tanaman organik lho,karena tidakada unsur kimia seperti pestisida dan sebagainya. Semua bahan yang digunaan untuk pupuk merupakan bahan alami. Selesai berkeliling kebun, kemudian kita diajak untuk menanam bibit cabe. Terlebih dahulu tanah dipersiapkan kemudian dicampur dengan pupuk buatan, barulah dimasukkan kedalam plastik setelah itu bibit tanaman cabenya dimasukkan. Langkah terakhir adalah menyirami tanaman cabenya agar tidak mati. Cukup mudah kan.
Senangnya adik-adik sehari menjadi pak tani dan bu tani cilik. Berpanas-panasan, berkeliling kebun, melihat-lihat hewan ternak, menanam cabe dan ada satu yang tidak ketinggalan yaitu belanja membeli bibit tanaman. Oleh karena itu,kegiatan terakhir adik-adik sebelum pulang yaitu membeli bibit tanaman yang tersedia di KPTT. Ada bibit kol, brokoli, tomat dan juga cabe dengan harga yang sangat murah, cukup dengan Rp 500/bibit. Ada juga bibit tanaman lain seperti bibit buah durian, matoa, rambutan, kelengkeng dan masih banyak lagi dengan kisaran harga antara 10.000-20.000/bibit.
Tanaman yang sudah dibeli adik-adik bisa ditanam dipekarangan rumah masing-masing. Tujuannya adalah agar adik-adik tidak terbiasa untuk menikmati hasilnya saja melainkan bagaimana adik-adik bisa belajar dari cara menanamnya, cara merawatnya karena belajar dari berproses itulah yang lebih bermakna dari pada sekedar menikmati hasilnya.